Yuk Pelajari Bahaya dan Cara Perawatan Gigi Berlubang

Gigi yang berlubang sebaiknya segera pergi ke dokter gigi. Menurut drg. Bambang Nursasongko SpKG(K), salah satu staf pengajar Departemen Ilmu Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, jika gigi yang berlubang dibiarkan, dalam waktu yang lama kondisi itu dapat munculkan penyakit sistemik.

Bahaya Gigi Berlubang

Bagai menahan borok menahun yang tidak kunjung sembuh, begitu pun dengan gigi berlubang besar yang dibiarkan saja. Nantinya bukan sekedar abses atau nanah gigi yang akan menjadi masalah. Tetapi adanya ancaman fokal infeksi, yaitu penyakit lain yang dipicu oleh infeksi kronis di suatu tempat.

Sisa kotoran dan racun dan maupun mikroba yang merupakan pemicu infeksi pada gigi dan mulut akan menyebar ke anggota tubuh lain. Ada beberapa cara infeksi gigi menjalar ke anggota tubuh lainnya. Salah satunya yaitu melalui sirkulasi darah (hematogen). Sirkulasi darah yang mengandung material infektif menginfeksi organ lain.

Infeksi gigi juga penyebarannya bisa ke saluran pernapasan dan pencernaan. Kelainan yang ditimbulkan ketika material infektif tertelan yaitu faringitis, tonsilitis, dan berbagai kelainan pada lambung. Selain itu, bahaya dari material infektif juga menimbulkan trakeitis, laringitis, bronkitis atau pneumonia. Akibat dari infeksi gigi setidaknya akan menimbulkan 41 penyakit. Diantaranya meningitis, sinusitis maksilaris, rhematoid athritis dan kerusakan ginjal. Bahkan dapat menyebabkan kematian.

Cara Perawatan Gigi Berlubang

Cara mengatasi gigi berlubang yaitu dengan mengeluarkan jaringan karies yang rusak. Bersihkan jaringan atau infeksi tersebut. Kemudian diberikan obat. Jika sudah siap, gigi yang berlubang akan ditambal.

Setelah selesai ditambal, gigi harus selalu dibersihkan. Periksakan gigi enam bulan sekali. Gigi berlubang sebaiknya tidak dicabut. Karena akan merusak struktur gigi.

Baca juga: 8 Tips Memutihkan Gigi yang Telah Menguning

Leave a Reply