Serunya Wisata Tiga Budaya di Semarang Bersama Keluarga

Mengunjungi kota Semarang seperti melewati lorong waktu, dimana ketika kita sampai akan menjumpai bangunan-bangunan kolonial yang masih terawat dan akulturasi tiga budaya dalam kehidupan bermasyarakat yang berjalan dengan baik.

Seperti yang pernah disampaikan Mira Lesmana, produser film Gie. Sebuah film yang mengisahkan demonstran bernama Soe Hok Gie. Ia memilih Semarang sebagai lokasi shooting film tersebut dengan alasan Semarang  memiliki atmosfer tahun 1960-an, sesuai dengan masa hidup tokoh Gie.

Beberapa tujuan wisata seperti Lawang Sewu, kuil Sam Poo Kong, Blenduk Church, Kota lama. Serta wisata kuliner yang masih kental dengan makanan tradisional, memberi pengalaman wisatawan untuk bernostalgia.

Karnaval Dugderan

karnaval dugderan di semarang

beritajateng.net

Karnaval Dugderan yang selalu diadakan menjelang bulan Ramadhan mewakili perbedaan dan akulturasi budaya. Jika Anda mengunjungi Semarang untuk menyaksikan karnaval tersebut harus dipastikan bahwa Anda memesan penginapan terlebih dahulu di Traveloka.com. Karena acara tersebut berpeluang besar mendatangkan lonjakan wisatawan ke Semarang.

Dugderan adalah tradisi kota Semarang sejak tahun 1881 atas perintang Kanjeng Bupati RMTA Purbaningrat, untuk memberi informasi kepada masyarakat bahwa bulan Ramadhan akan segera tiba. Dimulai dengan menabuh bedug di Masjid Agung dan menyalakan meriam sebanyak tiga kali yang berada di halaman kabupaten. Karena itu lah faestival ini dinamakan ‘Dugderan’, berasal dari dug … der … dug … suara meriam dan bedug.

Kini karnaval Dugderan menjadi acara yang dinantikan masyarakat kota Semarang, dan mulai mendatangkan wisatawan dari berbagai tempat. Sejalan dengan harapan pemerintah kota bahwa karnaval Dugderan bisa menaikan pariwisata kota Semarang.

Penginapan di Semarang

dafam hotel semarang

Dafamhotels.com

Karnaval tersebut dimulai dari pusat kota, maka dari itu disarankan untuk memilih penginapan di Semarang yang berada di tengah kota. Di dekat simpang lima, tepatnya di Jalan Imam Bonjol  no 188 terdapat Hotel Dafam Semarang.

Lokasinya sekitar 4-5 km dari bandara udara Ahmad Yani, dan 2,6 km saja dari stasiun besar Tawang.

Untuk hotel sekelas bintang tiga, Dafam Hotel Semarang memiliki fasilitas premium. Tersedia 82 deluxe room seluas 28 meter persegi. Memiliki spa dengan nama Oakwood Spa Treatmen yang berada di lantai 10, mengkombinasikan perawatan tubuh tradisional Jawa dengan perawatan tubuh modern.

Lokasi Dafam Hotel termasuk rute karnaval Dugderan, bisa dipastikan kemeriahannya dapat Anda lihat secara langsung dari tempat Anda menginap.

Pasar Malam

pasar malam semarang

emakmbolang.com

Pasar malam yang diadakan satu pekan sebelum ramadhan menambah kemeriahan menjelang bulan suci tersebut. Diadakan di halaman Masjid Agung Jawa Tengah yang luas, tahun-tahun sebelumnya pasar malam diadakan di halaman balai kota jalan Pemuda.

Beragam pertunjukan kesenian dan kebudayaan lokal yang diadakan mulai dari upacara pembukaan karnaval di balai kota, hingga karnaval berlangsung mengelilingi kota Semarang menjadi pusat perhatian wisatawan.

Puncak Dugderan yaitu ketika karnaval melalui jalan-jalan utama kota Semarang, diikuti oleh pasukan merah putih, kelompok drumband, kelompok yang memakai pakaian adat, dan atraksi seni budaya tradisional lainnya.

Setiap kelompok peserta karnaval selalu mengusung patung yang disebut warak ngendok. Patung yang terbuat dari kertas warna-warni ini menyerupai seekor binantang yang diadaptasi dari tiga budaya.

Kepalanya membentuk kepala naga dengan gigi yang tajam mewakili binatang khas etnis Thiong hoa, badannya menyerupai buraq yang lekat dengan etnis Arab, dan kakinya seperti kaki kambing, mewakili etnis Jawa. Penyatuan tiga budaya dalam patung warak ngendok adalah akulturasi budaya dari etnis-etnis yang berada di kota Semarang.

Warak ngendok dengan kakinya yang dirantai menjadi ikon karnaval Dugderan, dari bentuknya yang tadi disampaikan dengan mulut menganga dan lidah terjulur bisa juga diartikan sebagai hawa nafsu manusia. Hawa nafsu yang harus dirantai atau dikendalikan selama bulan Ramadhan.

Bisa juga diartikan secara bahasa, Warak yang berasal dari bahasa arab Wara’i artinya suci. Dan ngendok berasal dari endok atau telur sebagai simbol pahala. Jadi seseorang yang menjalankan ibadah dengan tetap menjaga kesucian bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala di hari raya idul fitri.

Perjalanan di kota Semarang, mengunjungi bangunan-bangunan tua dan menyantap makanan tradisional mampu membangkitkan nostalgia Anda, namun Dugderan bisa melengkapi pengalaman batin Anda.

Add Comment

Kuliner
Banyak quote-quote unik di Puncak Becici
Dilarang Melempar Mantan di Puncak Becici!
lawang sewu yang dianggap angker
Serunya Wisata Tiga Budaya di Semarang Bersama Keluarga
Patung Maung di Tangkuban Parahu
Semacam Jalan-Jalan ke Tangkuban Parahu Bareng Genk Paracetamol Plus Adu Kamera OPPO vs Xiaomi
Kesehatan Parenting Relationship
Foto pengantin bersama para tamu spesial
Selamat Menempuh Hidup Baru
banyak hal yang dilakukan jomblo di malam minggu, kalian harus tau
Kegiatan Jomblo di Malam Minggu Selain Bermain Game, Kamu yang Mana?
Untukmu yang Sedang Galau Menanti Jodoh