Untukmu yang Sedang Galau Menanti Jodoh

Setiap insan pasti ingin menikah. Karena terbayang kebahagiaan setelah akad terucap. Doa-doa membanjiri dari para tamu yang hadir. Terlebih dengan meriahnya walimatul ‘ursy, sungguh menjadi raja dan ratu pada hari itu.

Hendaknya menikah bukan hanya sekedar penyalur rasa cinta, apalagi nafsu semata. Namun jadikanlah menikah sebagai sarana ibadah yang tentunya akan mendapatkan pahala dari sisi Allah dan juga sebagai awal mula dibentuknya sebuah peradaban yang baik. Untuk mencapai itu semua tentu saja kita harus memiliki pasangan dengan kriteria yang tinggi.

Mempunyai impian mendapatkan pasangan dengan kriteria tinggi memang tidak salah. Karena kita semua tentu saja menginginkan jodoh terbaik dalam mengarungi bahtera rumah tangga kelak. Namun perlu diingat bahwa kriteria-kriteria yang kita inginkan bukan sesuatu yang mutlak. Karena yang namanya manusia tidak ada yang sempurna. Maka yang paling ideal yaitu bisa saling melengkapi dengan pasangan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menganugerahi kita dengan rasa kasih dan sayang kepada lawan jenis. Sehingga ketika kita memiliki motivasi yang tinggi untuk menikah maka bersyukurlah, karena itu sebuah anugerah.

Surat Ar Rum Ayat 21

 

Menikah juga merupakan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Maka selayaknya kita sebagai orang yang mengaku umat Beliau mesti mengikuti apa yang dianjurkannya.

فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى

“Barang siapa yang membenci sunnahku, maka ia bukanlah termasuk umatku.” (HR. Bukhari no.5063 dan Muslim no.1401).

Hikmah dari berumah tangga yaitu dapat memiliki banyak keturunan yang kelak dididik agar sholeh dan sholehah. Dan keluarga merupakan taman dan madrasah pertama bagi anak-anak dalam mengenal dan mempelajari syari’at Islam.

Maka dari itu, keinginan menikah haruslah terus dijaga walaupun masih kesulitan dalam mendapatkan jodoh yang sesuai dengan kriteria. Mungkin ada baiknya kamu menurunkan sedikit kriteria calon pasangan. Karena tidak ada manusia sempurna di dunia ini. Jadi sangat baik jika kamu dan pasanganmu saling menyempurnakan.

“Apabila engkau mendamba seorang yang berbudi tanpa cela, mungkinkah kiranya gaharu menebarkan wanginya tanpa asap?” (Majma’ Al-Hikam wal Amtsal fi Asy-Syi’r Al-‘Arabi).

“Apabila Anda tidak memiliki kualitas sebaik Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka jangan terlalu berangan tinggi bahwa Anda akan mendapat istri seperti ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Bilamana Anda bukan seperti ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, maka jangan terlalu bermimpi mendapatkan wanita sebagaimana Fathimah radhiyallahu ‘anha.”

Mungkin dengan tiga kalimat di atas cukup menyadarkan diri ini dalam menentukan kriteria pasangan. Sungguh tak ada pasangan yang tidak memiliki cela. Begitu juga dengan diri kita, bukan? Nah, jika kita memimpikan pasangan kita seperti ‘Aisyah r.a. ataupun Fathimah r.a., apakah diri kita sudah seperti Nabi Shalallahu alaihi wassalam atau pun Ali karamallahu wajhah?

So, ketika kita menentukan kriteria pasangan yang kita inginkan haruslah mengukur diri kita sendiri. Semoga dengan begitu, kehidupan rumah tangga yang akan kita jalani penuh dengan kebahagiaan.

Berikut ini beberapa tips yang perlu kamu lakukan dalam menanti jodoh yang kelak akan diberikan Allah Ta’ala.

Berusaha Selalu Memperbaiki Diri dan Lebih Taat Kepada Allah

Hidup sebagai manusia di dunia ini tentu saja tidak akan luput dari dosa. Namun dengan terus berusaha memperbaiki diri, kita akan bisa meminimalisir dosa-dosa tersebut. Dan ingatlah bahwa laki-laki baik akan mendapatkan wanita baik dan begitu pula sebaliknya. Sebagaimana firman Allah

Surat An-Nur Ayat 26

Ya walaupun asbabun nuzul ayat tersebut ketika ‘Aisyah difitnah, namun tidak salah jika kita jadikan sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri dan mendapatkan pasangan yang baik.

Luruskan Niat

Coba sesekali bertanya kepada diri sendiri, apa sih tujuan menikah? Apakah hanya sekedar untuk hidup bersama pasangan yang kita cintai? Atau lebih dari itu, yaitu sebagai bentuk ibadah kepada Allah?

Surat Az-Zariyat Ayat 56

Ayat di atas menjelaskan bahwa tujuan diciptakannya manusia yaitu untuk beribadah kepada Allah. Jadi sudah seharusnya segala amal perbuatan kita diniatkan sebagai ibadah. Terlebih lagi menikah, sebagai penyempurna separuh agama.

Bekali Diri dengan Ilmu

Menjalani kehidupan setelah menikah ibarat mengarungi samudera dengan sebuah kapal. Tanpa adanya bekal ilmu yang memadai, tentu saja akan mudah terseret ombak dan badai selama perjalanannya. Untuk tetap bertahan dari hantaman ombak, angin dan badai, tentu harus memiliki ilmu dan kesiapan mental.

Begitu juga dengan pernikahan. Dalam menjalani kehidupannya akan menemui hambatan-hambatan yang tidak terduga. Jika tidak memiliki ilmu yang cukup dan juga mental yang kuat, tidak mustahil jika rumah tangga akan berantakan yang berakhir dengan perceraian.

Untuk itu, sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, lebih baik upgrade diri dengan berbagai ilmu yang dapat berguna untuk kehidupan rumah tangga kelak.

Sekian beberapa tips yang mungkin dapat berguna untuk kamu yang sedang menanti jodoh. Semoga Allah Ta’ala mempertemukan kita dengan pasangan yang dapat meningkatkan ketaqwaan dan mempermudah jalan kita menuju pernikahan. Aamiin.

Leave a Comment