tata cara tayammum yang benar

Panduan Tata Cara Tayammum: Bersuci Dalam Keadaan Darurat

Islam merupakan agama yang sempurna, mudah dan sangat memperhatikan fitrah manusia. Dalam hal ibadah, Islam tidak memaksa kepada orang yang tidak mampu melakukannya. Misalnya dalam sholat. Ketika orang tersebut tidak mampu untuk berdiri, maka ia boleh sholat dengan cara duduk. Begitu pula dengan bersuci. Ketika tidak ditemukan air atau dalam keadaan tertentu orang tersebut sakit dan tidak boleh terkena air, maka ia boleh bersuci dengan tayammum.

Pengertian Tayammum

Tayammum ialah mengusap muka dan dua belah tangan dengan debu yang suci dengan beberapa syarat yang telah ditetapkan oleh syara’. Tayammum dapat menggantikan wudhu dan mandi bagi orang yang tidak dapat menggunakan air dengan syarat-syarat tertentu.

Syarat Melakukan Tayammum

salah satu syarat melakukan tayammum yaitu tidak ada air
ikhsanhargokusumo.blogspot.com

Ada lima syarat bagi kita boleh bertayammum, yaitu sebagai berikut:

  1. Tidak ada air dan telah berusaha mencarinya, tetapi tidak menemukannya.
  2. Berhalangan menggunakan air. Misalnya karena sakit yang apabila menggunakan air akan kambuh sakitnya.
  3. Telah masuk waktu sholat.
  4. Dalam perjalanan dan sukar mendapatkan air.
  5. Dengan debu yang suci.

Fardhu Tayammum

Fardhu tayammum ada empat, yaitu:

  1. Niat (untuk dibolehkan mengerjakan sholat).
  2. Mengusap muka dengan tanah sebanyak dua kali usapan.
  3. Mengusap dua belah tangan hingga siku-siku.
  4. Tertib (berturu-turut antara rukun yang satu dengan lainnya).

Keterangan: yang dimaksud mengusap bukan sebagaimana menggunakan air dalam berwudhu, tetapi cukup menyapukan saja dan bukan mengoles-oles sehingga rata seperti menggunakan air.

Sunat Tayammum

Beberapa sunat dalam tayammum yaitu sebagai berikut:

  1. Membaca Bismillahirrahmanirrahim.
  2. Menipiskan debu.
  3. Mengusap tangan kanan kemudian tangan kiri.
  4. Menyapu anggota badan dilakukan secara bersambung tanpa ada kegiatan lain yang menyelinginya.
  5. Berdoa seperti setelah berwudhu.

Hal-hal yang Membatalkan Tayammum

Sebagaimana wudhu, tayamum pun dapat batal oleh:

  1. Segala yang membatalkan wudhu.
  2. Ada air sebelum sholat, kecuali karena sakit.
  3. Murtad, keluar dari Islam.

Hukum Melihat Air Bagi Orang yang Bertayammum

air terbagi menjadi beberapa macam untuk bersuci
www.sumurjogja.com

Tayammum dapat dilakukan jika tidak ada air atau dalam keadaan tertentu yang menyebabkan seseorang harus bertayammum. Namun bagi orang yang telah bertayammum perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Jika ada air setelah bertayammum tetapi sholat belum dikerjakan, maka ia wajib berwudhu.
  2. Pada waktu sedang melakukan sholat kemudian terdapat air, sholatnya harus dilanjutkan jika tayammumnya musafir dan sholatnya tidak batal. Tetapi jika tayamumnya orang yang mukim, sholat tak perlu dilanjutkan sebelum berwudhu karena tayammum dan sholatnya batal.
  3. Jika telah selesai melakukan sholat baru ada air sementara waktu sholat masih ada, maka boleh mengulang sholat dengan berwudhu, dan boleh pula tidak mengulanginya sebagaimana pernah terjadi pada zaman Rasulullah.
  4. Jika air ada setelah shalat dikerjakan dan waktu sholat telah habis, maka sholat tidak perlu diulangi, karena sholatnya sudah sah.

Cara Menggunakan Tayammum

Sebagian ulama menyatakan sekali tayammum boleh digunakan untuk beberapa sholat wajib karena tayammum perngganti wudhu. Akan tetapi yang lain berpendapat bahwa sekali bertayammum hanya dapat dipakai untuk satu sholat fardhu saja, meskipun belum batal. Adapaun untuk dipakai sholat sunat beberapa kali cukuplah dengan satu tayammum.

Bagi orang yang yang salah satu anggota wudhunya dibalut, maka cukup balutan itu diusap dengan debu, kemudian mengerjakan sholat.

Tata Cara Tayammum

tata cara tayammum yang benar
nuurusyifa.blogspot.com

Adapun tata cara tayammum yang benar yaitu sebagai berikut:

1. Membaca basmalah diikuti dengan menaruh tangan pada debu dan dilanjutkan dengan membaca lafaz niat:

lafaz niat tayammum

“Aku niat bertayammum untuk dapat mengerjakan sholat fardhu karena Allah.”

2. Mengusap muka dengan debu setelah debu ditipiskan sambil memejamkan mata dengan diikuti niat dalam hati, “Aku niat bertayammum untuk dapat mengerjakan sholat fardhu karena Allah.”

3. Menaruh kedua telapak tangan di atas debu lagi dan menipiskannya.

4. Mengusap kedua belah tangan sampai siku dengan mendahulukan tangan kanan kemudian tangan kiri. Dilanjutkan dengan membaca doa.

Leave a Comment