Sifat yang Sangat Dicintai Allah (Bagian 2): Tawadhu dan Lemah Lembut

Sebagai seorang Muslim sudah seharusnya kita memiliki akhlak terpuji. Di dalam Al Quran banyak ayat-ayat yang mengajak kita memiliki akhlak terpuji. Karena dengan memiliki akhlak terpuji, sudah tentu akan dicintai oleh Allah Ta’ala. Berikut ini dua sifat yang sangat dicintai oleh Allah Ta’ala, yaitu:

Tawadhu

tawadhu merupakan akhlak terpuji

icamera-id.blogspot.com

Salah satu sifat seseorang yang berakhlak mulia adalah tawadhu. Itulah sebabnya, kita sebagai seorang hamba harus bersikap tawadhu. Sebab, tawadhu termasuk salah satu akhlak terpuji yang wajib dimiliki oleh setiap manusia (umat Islam). Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

“Tiada berkurang harta karena sedekah, dan Allah tiada menambah seseorang yang memaafkan melainkan kemuliaan. Dan, tiasa seseorang yang bertawadhu kepada Allah melainkan dimuliakan (mendapat izzah) oleh Allah.” (HR. Muslim).

Hadits tersebut menjelaskan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan meninggikan derajat orang-orang yang tawadhu dan menjauhi kesombongan, baik di dunia maupun akhirat. Saat berada di dunia, ia akan dipandang mulia oleh orang lain dan diberi pahala oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sedangkan di akhirat derajatnya akan ditinggikan olehNya.

Seseorang yang bersikap tawadhu akan menyadari bahwa semua kenikmatan yang didapatkannya merupakan pemberian Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dengan begitu, ia tidak akan berlaku sombong dan merasa lebih baik daripada orang lain. Justru sebaliknya, ia tetap bersikap rendah hati, selalu mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan tidak berbuat ingkar. Segala ibadah yang dilakukannya disertai dengan keikhlasan.

Tawadhu sama dengan bersikap tenang, sederhana, dan bersungguh-sungguh menjauhi perbuatan takabur (sombong) serta sum’ah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

QS. Al Israa' [17]: 37)

Ayat tersebut menegaskan kepada kita bahwa setiap manusia di dunia ini hendaklah bersikap tawadhu dan menjauhi sikap sombong. Sebab, hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha Kuasa yang memiliki alam semesta. Dalam ayat lain, Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga beerfirman:

QS. Al Qashash [28]: 83)

Salah satu tanda orang yang tawadhu ialah merasa takut dan waspada terhadap diri dan sifatnya sendiri ketika nikmatnya ditambah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebab, ia menyadari bahwa nikmat tersebut hanyalah titipan yang bersifat sementara. Sehingga, saat ilmunya semakin banyak, ia akan semakin bersikap tawadhu kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Setiap bertambah usia, seseorang yang tawadhu akan berusaha menghilangkan ketamakan nafsu dalam dirinya. Dan, setiap kali bertambah tinggi kedudukan maupun jabatannya, ia akan semakin rendah hati kepada sesama manusia, terutama masyarakat di tempat tinggalnya.

Selain itu, jika hartanya bertambah, maka ia akan semakin bersikap dermawan. Semua hal itu dilakukannya sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepadanya. Di lain pihak, sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai orang-orang yang bersyukur dan benci terhadap orang-orang yang kufur. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

QS. An Naml [27]: 40)

Selama hidup di dunia kita harus memiliki sifat tawadhu. Sebab, hal itu merupakan bentuk keimanan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Selain itu, sikap tawadhu juga dapat meningkatkan keikhlasan dan kesabaran kita dalam melaksanakan segala amal kebaikan.

Usaha yang dilakukan untuk menjaga keikhlasan tidaklah mudah. Sebab, banyak godaan yang berusaha mengotori hati. Terlebih, saat pujian, ketenaran, keberhasilan, dan kesuksesan mulai datang menghampiri kita. Semua hal itu menimbulkan rasa bangga dalam diri dan terkadang bisa mendatangkan kesombongan.

Itulah alasan yang menyebabkan sifat tawadhu harus dimiliki oleh semua manusia. Adapun keistimewaan yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala terhadap seseorang yang bersikap tawadhu, yaitu sebagai berikut:

  1. Seseorang yang bersikap tawadhu akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. Jika kamu ingin mendapatkan kebaikan, maka berbuat baiklah terhadap sesama manusia. Sesungguhnya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyukai orang yang berbuat kebaikan.
  2. Seseorang yang bersikap tawadhu akan diangkat derajatnya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebab, ia tidak berlaku sombong dan selalu bersyukur kepadaNya.
  3. Seseorang yang bersikap tawadhu akan termasuk dalam kelompok orang yang beriman. Allah Subhanahu Wa Ta’ala. menyukai orang-orang yang tidak sombon atau rendah hati. Oleh sebab itu, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memasukkan hambaNya yang rendah hati ke dalam golongan orang-orang beriman.
  4. Seseorang yang bersikap tawadhu akan mendapat pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebab, Dia akan memberi pertolongan kepada hambaNya yang berbuat baik.

Baca juga: Sifat yang Dicintai Allah (Bagian 1): Tawakal dan Sabar

Lemah Lembut

lemah lembut merupakan salah satu sifat yang dicintai Allah

pendoasion.wordpress.com

Lemah lembut merupakan akhlak mulia yang dianugerahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada setiap hambaNya. Seseorang yang lemah lembut melambangkan orang yang senantiasa bersikap sabar dan tenang (tidak tergesa-gesa). Akan tetapi, sikap lemah lembut akan lebih baik jika diimbangi dengan ketegasan agar seseorang tidak mudah dipermainkan oleh orang lain.

Dalam hal ini, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam adalah contoh yang paling tepat. Sebab, beliau memiliki sikap lemah lembut yang paling baik dalam pergaulan. Siapapun yang melihat beliau, hatinya akan bergetar dihadapkan dengan sikap lemah lembut beliau. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

QS. Ali Imran [3]: 159)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai para hambaNya yang bersikap lemah lembut dan membenci mereka yang bersikap kasar. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk bersifat lemah lembut dalam segala hal. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

“Siapa yang dikarunikan sikap lemah lembut niscaya ia akan memperoleh kebaikan dalam segala hal.” (HR. Muslim)

Berdasarkan hadits tersebut, ada beberapa manfaat dari sikap lemah lembut yang dapat kita ketahui, yaitu sebagai berikut:

  1. Seseorang yang bersikap lemah lembut akan mendapat ampunan dan dimasukan ke dalam surga oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
  2. Sikap lemah lembut dapat menghilangkan permusuhan. Sebab, setiap masalah yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik melalui kesabaran dan tutur kata yang baik pula.
  3. Sikap lemah lembut akan menyelamatkan seseorang dari api neraka. Tutur kata yang baik mampu menyelamatkan seseorang dari api neraka. Begitu pun sebaliknya, tutur kata yang jelek akan menjadi ancaman bagi seseorang karena ia akan mendapat siksa api neraka. Jadi, mari bersama-sama kita berusaha untuk menjadi hambai yang terbaik dan mampu menahan diri dari perbuatan maksiat. Tujuannya, agar kita selamat dari siksa neraka. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

“Selamatkanlah diri kalian dari siksa neraka, walaupun dengan separuh kurma. Jika kalian tidak mendapatkannya, maka cukup dengan bertutu kata yang baik.” (HR. Muslim)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada seluruh hambaNya untuk bersikap lemah lembut dalam segala hal. Seseorang yang jauh dari sikap lemah lembut berarti ia jauh dari kebaikan. Padahal, sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya kita menghias diri dengan sifat mulia tersebut.

Sebab, lemah lembut termasuk sifat yang dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menjadi kunci untuk meraih kebaikan dan keutamaan di hadapanNya. Sebaliknya, seseorang yang tidak memiliki sikap lemah lembut tidak akan mampu meraih berbagai kebaikan. Itulah alasan pentingnya memiliki sikap lemah lembut.

Add Comment

Kuliner
Banyak quote-quote unik di Puncak Becici
Dilarang Melempar Mantan di Puncak Becici!
lawang sewu yang dianggap angker
Serunya Wisata Tiga Budaya di Semarang Bersama Keluarga
Patung Maung di Tangkuban Parahu
Semacam Jalan-Jalan ke Tangkuban Parahu Bareng Genk Paracetamol Plus Adu Kamera OPPO vs Xiaomi
Kesehatan Parenting Relationship
Foto pengantin bersama para tamu spesial
Selamat Menempuh Hidup Baru
banyak hal yang dilakukan jomblo di malam minggu, kalian harus tau
Kegiatan Jomblo di Malam Minggu Selain Bermain Game, Kamu yang Mana?
Untukmu yang Sedang Galau Menanti Jodoh