4 Jenis Pupuk Organik yang Biasa Dipakai Para Petani

Pupuk Organik merupakan salah satu jenis pupuk buatan yang berunsur dari makhluk hidup seperti sisa – sisa tanaman, hewan dan sejenisnya. Biasanya bentuknya berupa padatan maupun cairan tergantung pada sumber yang diperoleh. Menurut sejarah, pupuk ini sudah ada sejak dulu (sekitar 5000 tahun yang lalu).

Awal mulanya, keprimitifan pupuk serta penggunaan pupuk terjadi dalam kebudayaan tua manusia di dekat daerah sungai – sungai (Nil, Amerika Latin, Indus dan China). Kemudiann dari situlah lahan – lahan pertanian didekatnya nampak subur akibat banyak endapan lumpur kaya akan unsur hara.

Sedangkan di negri tanah air, pastinya kamu sudah pernah dengar bukan mengenai pupuk organik? Memang hampir kebanyakan petani memanfaatkan jenis pupuk tersebut karena praktis penggunaanya. Selain itu, harganya pun relatif lebih murah dibanding pupuk lainnya.

Meski begitu, pemakaian pupuk organik secara berlebihan memang tidak dianjurkan karena berdampak negatif terhadap perkembangan produksi pertanian bahkan tak jarang pula tanaman – tanaman yang sering diberikan pupuk organik kurang tumbuh optimal.

Jenis Pupuk Organik

1. Humus

pupuk organik sangat baik untuk tanaman

taniternakorganik.blogspot.com

Material daripada pupuk yang satu ini tentunya berasal dari pelapukan dedaunan atau ranting – ranting tanaman. Untuk membuatnya, kamu tak perlu repot karena hanya perlu menyiapkan bahan baku seperti sisa – sisa ranting pohon yang sudah jatuh, sampah rumah tangga, kepingan kayu, serbuk gergaji, industry makanan, kulit kayu, limbah pertanian dan limbah – limbah padat perkotaan kemudian dicampur rata diatas tanah dan digemburkan supaya tercampur merata.

Biarkan selama beberapa hari agar membusuk (mengalami dekomposisi) sampai akhirnya berubah menjadi humus siap pakai. Senyawa pada humus juga berperan penting pada pengikatan kimia toksik dalam air serta tanah, mencegah penggerusan tanah serta menaikkan aerasi tanah.

2. Kompos

bokashiproject.nqcc.org.au

bokashiproject.nqcc.org.au

Kompos termasuk jenis pupuk organik dengan bahan dasar berupa tanaman, limbah organik, hewan, jsekam padi, gulma, sayuran dan sabut kelapa. Disisi lain, terkadang bahan ternak juga bisa digunakan sebagai bahan pupuk kompos misalnya kotoran hewan, urine maupun buangan pakan ternak. Diantara kegunaan kompos yakni memperluat agregat tanah berpasir, mampu mengoptimalkan drainase pori – pori tanah dan mengaktifkan unsur hara.

3. Pupuk Hijau

Seperti namanya, Pupuk Organik ini berasal dari sisa panen atau tanaman hijau misalnya kacang – kacangan dan tanaman paku (azolla). Berdasar sumber, akan lebih baik jika kamu mengambil bahan bakunya melalui jenis legume karena mengandung banyak sekali unsur hara.

Benar bahwa pupuk hijau gampang untuk mengalami dekomposisi dan juga hasilnya dapat meningkatkan kandungan bahan organik sehingga memperbaiki sifat kimia, biologi, kimia tanah yang berdampak meningkatkan produksivitas tanaman. Disamping itu, kegunaan lain pupuk tersebut adalah mampu menjaga ketahanan erosi tanah.

4. Pupuk Kandang

pupuk kandang cocok untuk tanaman apa saja

ath-anekatanamanhias.blogspot.com

Sepertinya kamu sudah mengenal jenis pupuk keempat ini. Ya, benar sekali bila bahan bakunya berasal dari kotoran hewan seperti kambing, ayam, domba maupun sapi. Dasarnya, pupuk kandang mengandung lebih lengkap unsur hara mulai dari makro sampai mikro. Benar saja, jika para petani memilih pupuk kandang karena mampu memperbaiki unsur tanah sekaligus mempercepat pertumbuhan tanaman secara maksimal.

Bila kamu ingin mengetahui lebih detail, pupuk tersebut ternyata memiliki 2 bagian yaitu pupuk panas yang berasal dari kotoran hewan dimana dapat menimbulkan panas (kotoran kambing, kuda dan ayam) dan pupuk dingin yang berasal dari kotoran hewan tanpa menimbulkan panas (babi, sapi dan kerbau)

Itulah perkenalan singkat mengenai Pupuk Organik. Semoga dapat menambah wawasan lebih luas lagi terkait segala macam jenis dan manfaat pupuk yang biasa digunakan oleh para petani. Sekian, terima kasih.

Leave a Reply