Pupuk Organik Cair, Kandungan dan Cara Pembuatannya

Proses pemupukan menjadi bagian penting dalam perkembangbiakan tanaman dan meningkatkan produktivitasnya. Mungkin kamu pernah mendengar bahwa pupuk kimia yang banyak beredar di kalangan para petani telah memberikan nutrisi lebih tapi dibalik itu semua ternyata ada efek buruk terutama pada kesuburan dan kualitas tanaman.

Berbeda ketika kamu memberikan pupuk jenis organik, meski kandungan unsur haranya tidak banyak namun memiliki kelengkapan dari berbagai nutrisi untuk keperluan tanaman. Jadi, salah adanya bila sebagian petani menganggap kalo pupuk organik tidak kurang efektif. Apalagi jenis Pupuk Organik Cair yang memang banyak terkandung zat – zat alami sehingga mampu menyediakan kecukupan nutrisi bagi tanaman.

Disisi lain, POC (pupuk organik cair) juga berperan aktif dalam mengurangi ikatan mineral pada tanah dan tentunya akan mudah diserap oleh tanaman.

Kandungan Pupuk Organik Cair

Sebenarnya kamu bisa memanipulasi kandungan pada POC dengan tujuan memberikan harapan yang sesuai keinginan. Misalnya saja, bila memiliki perkebunan buah – buahan dan ingin menutrisi buahnya maka gunakan pupuk tersebut dibarengi campuran bahan baku yang kaya akan kandungan fosfor dan kalium seperti penambahan kotoran kerbau, sapi, sekam padi dan dedak.

Selain itu, jika kamu perlu merangsang pertumbuhan tanaman maka gunakan bahan baku tambahan dengan banyak kandungan nitrogen, antara lain dedaunan hijau, jerami, kotoran ungags dan sejenisnya. Jadi prinsip utama dalam hal ini adalah menggunakan bahan baku sesuai tujuan supaya efisien ketika kamu memanfaatkanya.

Sedangkan kandungan secara umumnya ternyata tidak hanya mampu mempertahankan aerasi tetapi juga menguntungkan tanaman terkait ketersediaan oksigen dalam rangka menyukseskan proses fotosintesa tanaman.

Pembuatan Pupuk Organik Cair

jejakpenyuluh.blogspot.com

jejakpenyuluh.blogspot.com

Pada proses pembuatan POC terdapat 2 teknik yang bisa kamu terapkan. Pertama lewat fermentasi bahan – bahan organik dalam kondisi anaerob (tanpa udara). Tentu saja teknik ini membutuhkan organisme hidup sehingga larutan pupuk organik cair tersebut sama sekali tak tampak butiran – butiran (padatan terdispersi) sehingga hasilnya akan lebih stabil tanpa endapan material.

Berbeda pula dengan tekni kedua yaitu dengan melaruktkjan pupuk menjadi setengah cair. Sebagai contoh, kamu dapat menggunakan bahan baku pupuk hijau, pupuk kandang atau pupuk kompos yang kemudian dicampur menjadi satu.

Sebenarnya kalo dilihat secara seksama ciri – cirinya mirip pupuk organik padat hanya saja berwujud cairan. Berdasar sumber, teknik kedua ini dibilang kurang stabil dan mudah sekali mengendap. Oleh karenanya tidak bisa disimpan terlalu lama dan harus segera digunakan dengan cara menyiramkan ke area permukaan tanah. Selengkapnya dapat membaca Cara Membuat Pupuk Organik Cair.

Aplikasi Pupuk Organik Cair

Menjadi catatan penting bahwa pengaplikasian Pupuk Organik Cair tidak boleh sembarangan. Jadi ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Mulai dari kombinasi POC dengan POP, sangatlah penting karena keduanya saling melengkapi.

Kemudian tingkat efisien pemberian akan lebih baik diaplikasikan ke area batang, daun dan bunga. Artinya, pemberian lewat area tersebut dapat memudahkan tanama dalam proses penyerapan nutrisi melalui pori – pori di sekitarnya atau stomata daun.

Selanjutnya, POC juga harus diberikan secara encer agar tidak beresiko terhadap kelebihan nutrisi dengan cara mengencerkanya ke dalam 100 liter air (perbandingan 1:100). Sebagai langkah terakhir, sesuaikan terhadap tujuan masing – masing tanaman.

Bila untuk pertumbuhan daun, berarti semprotkan ke tanaman yang baru bertunas. Bila ditujukan untuk pertumbuhan biji atau buah maka semprotkan langsung ke bagian bunga, daun atau buahnya (interval seminggu sekali).

Sekian dulu pembahasan menarik terkait Pupuk Organik Cair. Jangan lupa pergunakanlah sesuai kebutuhan dan sesuai tujuan pertumbuhan dan perkembangbiakan tanaman. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Add Comment