Pupuk Kompos, Karakteristik dan Jenis-jenisnya

Pupuk Kompos bisa dibilang salah satu jenis pupuk yang berbahan baku sisa tanaman maupun hewani dan dengan bantuan organisme hidup jadilah pupuk siap pakai. Di zaman modern ini, tentu kamu sudah banyak mengenal teknik – teknik pengomposan termasuk proses penguraian material organik dari alam bebas. Bahwa pada prosesnya, pengomposan memang butuh waktu lebih lama bahkan sampai berbulan bulan.

Namun kamu tak perlu khawatir soal itu karena para petani telah memodifikasinya sehingga dalam tempo singkat pun pupuk kompos dapat dibuat dengan teknik sederhana. Meski dilakukan oleh pemula, tetap saja pupuk kompos akan mudah sekali dibuat tanpa perlu keahlian khusus karena kamu hanya butuh persiapan bahan serta beberapa tahap saja.

Karakteristik Pupuk Kompos

Secara umum, pupuk kompos bekerja efektif dalam memperbaiki struktur tanah baik secara fisik, kimia atau biologi. Tak berhenti disitu, kompos memiliki unsur penting untuk menggemburkan tanah walau tipe tanah berpasir material – materialnya akan tetap padat dan solid.

Dilihat dari segi biologi, ternyata pupuk kompos merupakan media yang paling baik bagi perkembangbiakan organisme hidup. Aktivitasnya juga mampu menambah kandungan unsur hara ( pada tanah). Sedangkan bila ditelisik dari kimiawi, pupuk yang satu ini dapat pula meningkatkan kapasitas penukaran kation dalam tanah dimana semakin banyak kationya maka tanaman akan semakin mudah menyerap unsur – unsur penting di area tersebut.

Diantara ciri – ciri khusus pupuk kompos siap pakai adalah warna coklat kehitaman, bila dimasukkan ke air akan langsung tenggelam tanpa berubah warnanya, tidak akan memicu pertumbuhan gulma saat ditaburkan di tanah serta baunya sama persis dengan tanah (tanpa bau busuk).

Jenis Pupuk Kompos

Adapun pengelempokkan jenis Pupuk Kompos ada beberapa macam dan sepertinya patut kamu ketahui.

1. Bokashi

bokashiproject.nqcc.org.au

bokashiproject.nqcc.org.au

Adalah metode pengomposan lewat starter aerobik atau anaerobik yang umumnya berupaa sekam padi, air, molasses dan mikroorganisme. Jadi lebih diartikan bahwa jenis kompos ini bisa digunakan berulang – ulang sebagai pengomposan berikutnya. Tentu saja berkat proses tersebut sangat menguntungkan dan lebih efisien. Untuk material starter biasanya memakai jamur, kotoran hewan, spora, cacing, ragi, anggur bahkan bir selama mengandung organisme yang mampu melakukan pengomposan.

2. Aerob

Adalah pembuatan kompos lewat proses biokimia dimana oksigen ikut terlibat. Umumnya, penyediaan bahan baku utama yakni sisa tanaman dan kotoran hewan (atau campuran keduanya). Sedangkan pembuatanya sendiri, memakan lebih banyak waktu yaitu kisaran 40-50 hari tergantung pula dari jenis decomposer maupun bahan baku pupuk.

3. Bagase

Adalah pembuatan Pupuk Kompos yang berasal dari ampas tebu. Jadi kompos ini memang cocok bila ditujukan pada perkebunan tebu. Disisi lain, ada pula pemanfaatan bagase sebagai bahan bakar boiler namun sampai sekarang sisa daripada pupuk tersebut lebih banyak bahkan sering tak terpakai. Dengan adanya kandungan seperti N, K2O, Ca dan Mg menujukkan bahwa pemberian pupuk bagase mampu menggantikan peranan pupuk NPK sampai 50%.

4. Organik Cair

biotani.blogspot.com

biotani.blogspot.com

Merupakan pupuk yang terbuat dari proses pengomposan basah dan dapat berlangsung secara aerob maupun anaerob. Para petani berpedapat jika pupuk organik cair ini lebih mudah diserap tanaman sehingga sangat efektif untuk pertumbuhan serta produktivitasnya. Namun jangan lupa, bila pemberianya harus menyesuaikan dosis karena jika berlebiha akan minumbulkan resiko lau bahkan kematian tanaman.

5. Vermikompos

Merupakan pupuk yang berasal dari kotoran cacing (vermics). Caranya cukup mudah yakni dengan memelihara cacing di tumpukanh sampah tertentu agar berkembangbiak sekaligus menguraikan sampah organik sampai menghasilkan kotoran. Dari situlah kotoran – kotoranya dapat dijadikan pupuk organikmyang yang memiliki tingkat aerasi tinggi. Untuk jenis spesies cacingnya, antara lain Peryonyx excavates, Eisenia foetida, Lumbricus terestris dan Eisenia hortensis.

Itulah tadi penjelasan terperinci mulai pengenalan Pupuk Kompos, karakteristik sampai jenis – jenisnya. Semoga artikel diatas bisa bermanfaat dan berguna bagi kamu para pembaca serta pengunjung lainya. Terima kasih.

Add Comment