Kertas kosong belum ada tulisan

Mau Menulis di Blog? Perhatikan 3 Pertanyaan Ini!

Mulai terasa bahwa menulis itu bukan sesuatu yang mudah. Terkadang dalam pikiran ada beberapa ide untuk siap dituliskan, namun kenyataannya tetap saja sulit dituangkan sebagai tulisan.

Sejak kemarin sebenarnya sudah ada gambaran akan menulis apa hari ini. Namun mungkin karena efek kelelahan dan sakit perut sehingga menjadi hilang apa yang sudah ada dalam pikiran. Ternyata menulis juga butuh kondisi tubuh yang fit. Karena memang menguras pikiran.

Mentok. Tak ada ide apapun untuk ditulis. Namun bukan berarti menyerah dan tidak menulis apapun. Untuk menyiasatinya, coba browsing dengan kata kunci cara menulis. Akhirnya menemukan sebuah artikel menarik untuk dibahas.

Dalam menulis sebisa mungkin orisinal. Namun di blog, kita boleh-boleh saja mengambil inspirasi dari blog orang lain. Tapi tetap tidak boleh langsung copy-paste. Setidaknya direwrite dengan bahasa sendiri. Nah, agar tulisan kita terlihat orisinal, out of the box, unik, istimewa, bisa dinikmati, dan mempunyai nilai lebih di mata pembaca, maka tulisan kita harus bin wajib berkualitas.

Adakah tolak ukur yang bisa dijadikan acuan sebuah tulisan berkualitas? Mungkin jika dinilai dengan angka akan sulit. Karena kualitas sebuah tulisan bersifat abstrak. Namun tetap saja bisa dirasakan saat dibaca, apakah tulisan itu berkualitas atau tidak.

Ada beberapa tips dalam menulis agar tulisan kita berkualitas. Namun disaat kita akan menuliskan sebuah topik, ada baiknya kita menanyakan 5 pertanyaan berikut. Sehingga kita tidak lagi galau akan tetap menulis topik tersebut atau ganti topik

1. Adakah Blog Lain yang Pernah Menuliskan Topik Tersebut?

Apakah kita pernah membaca sebuah topik yang sama dengan apa yang akan kita tulis? Pertanyaan awal ini akan mempengaruhi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikutnya.

Jika belum pernah ada yang menulis topik tersebut, kita mesti mendaftar pertanyaan berikut:

Akankah Topik yang Akan Kita Tulis Itu Menarik dan Dibutuhkan Orang Lain?

Coba perhatikan baik-baik, apakah topik tersebut akan menarik dan dibutuhkan orang lain? Jika tidak, bisa saja kita mengganti topik atau mungkin kita kemas sehingga bisa menarik untuk dibaca.

Adakah Orang Lain yang Memerlukan Informasi Dalam Topik Tersebut?

Ini penting. Untuk meningkatkan popularitas blog kita mestinya topik yang kita tulis banyak mengandung informasi yang dibutuhkan orang lain.

Apakah Topik Tersebut Terlalu Kontroversial?

Bisa saja topik terebut belum pernah ditulis karena terlalu kontroversial. Jika kita memang sudah terbiasa dengan hal tersebut, boleh saja dilanjutkan menulis tentang topik tersebut.

Namun yang pasti kita tetap harus pertimbangkan pembaca blog, tujuan dari aktivitas blogging dan target dari artikel tersebut sebelum memutuskan untuk menulisnya.

Bagaimana jika topik tersebut pernah ada yang menulis? Maka lanjut ke pertanyaan berikutnya…

2. Apakah Artikel yang Kita Tulis Bisa Lebih Baik dari Artikel Orang Lain dengan Topik Sejenis?

Jika ada sebuah artikel telah membahas topik yang akan kita tulis, maka tulisan kita wajib berbeda dan lebih berkualitas dari artikel yang pernah ada. Perlu dipikirkan kembali karena hal ini sangat penting. Satu topik dapat ditulis dan diterbitkan oleh banyak blog, tak terbatas, namun hanya ada satu atau dua saja yang mampu menonjol karena didukung oleh orisinalitas dan kualitasnya.

Perhatikan kualitas tulisan karena itu sangat penting. Pembaca akan merasa bosan jika tulisan kita tak ada bedanya (atau jauh lebih jelek) dengan tulisan yang lain. Maka jangan terburu-buru menulis tentang topik tersebut. Perlu konsep dan alur yang baik.

3. Dapatkah Kita Memberikan Sudut Pandang Berbeda (Unik) Tentang Topik Sejenis?

Tetap akan menulis tentang topik tersebut? Maka pertimbangkanlah apakah kita mampu memberikan sudut pandang berbeda (unik) dari artikel yang ada tentang topik tersebut?

Selanjutnya, apakah kita mempunyai pengalaman pribadi yang bersifat unik tentang topik tersebut? Atau adakah keahlian dan pemahaman yang berbeda tentang topik tersebut?

Menulis artikel dengan sudut pandang pribadi dengan menggunakan “bahasa” sendiri mampu membuat artikel tersebut menonjol di antara puluhan bahkan ratusan artikel yang sejenis. Intinya ada di kualitas tulisan dan keunikan (orisinal) dalam artikel tersebut.

Gambar penyemangat agar dapat menulis untuk dakwah
Semangat menulis untuk dakwah. Tulisan bermanfaat dapat menjadi bekal akhirat.

Namun satu hal yang mesti kita tanamkan dalam diri kita ketika akan menulis. “Tulislah sesuatu yang bermanfaat yang bisa menjadi bekal kelak di akhirat.” Demikianlah beberapa pertanyaan sebelum menulis di blog. Agar tulisan di blog terlihat berkualitas oleh Google silakan ke sini. Semoga bermanfaat.