Manusia Itu Makhluk yang Lemah, Maka Berlindunglah

Alhamdulillah, pada bulan Ramadhan ini Afrakids mempunyai beberapa program untuk karyawannya. Di antaranya belajar tahsin dan jurnal Ramadhan. Di dalam jurnal Ramadhan terdapat banyak challenge yang berbeda setiap harinya. Salah satunya yaitu berbagi hal yang berfaedah di sosial media. Nah, daripada hanya ditulis di sosial media yang kemungkinan besar akan hilang, lebih baik diposting di blog ini.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi apa yang sudah disampaikan oleh ustadz Sulaiman, guru tahsin, yaitu tentang manusia itu makhluk yang lemah. Di setiap akhir mengajar tahsin, ustadz Sulaiman menjelaskan tentang isi surat di dalam Al Quran, di antaranya Surat An Naas dan Surat Al Falaq.

Berdasarkan dua surat terakhir Al Quran tersebut, manusia diperintahkan untuk berlindung kepada Allah. Hal ini merupakan bukti bahwa manusia itu makhluk yang lemah. Lalu, dari apa saja kita diperintahkan untuk berlindung? Berikut penjelasannya.

Berlindung Kepada Allah dari Kejahatan (Bisikan) Syaitan

Al Quran Surat An Naas lengkap

alquranmulia.wordpress.com

Di dalam Surat An Naas, Allah memerintahkan manusia untuk berlindung kepada Allah dari kejahatan (bisikan) syaitan. Di dalam ayat yang lain dijelaskan bahwa syaitan merupakan musuh yang nyata. Maka sudah menjadi keharusan bagi kita untuk berlindung kepada Allah dari kejahatan (godaan) syaitan.

Syaitan selalu membisikan kejahatan ke dalam dada manusia setiap saat, siang dan malam, serta dari berbagai arah penjuru angin. Jika saja manusia luput dari mengingat Allah, tentu saja syaitan dengan sangat mudahnya menguasai hati manusia.

Di dalam surat ini juga dijelaskan bahwa Allah merupakan Raja manusia dan Sesembahannya manusia. Hanya Allah saja yang wajib disembah dan tidak ada raja diraja selain Allah.

Berlindung Kepada Allah dari Kejahatan Makhluk

Banyak sekali makhluk di dunia ini yang dapat mencelakai manusia. Untuk itu kita harus selalu berlindung kepada Allah. Karena hanya Allah-lah yang dapat memberikan perlindungan sejati.

Dikisahkan ada seorang ulama yang selalu membaca doa A’uudzu bikalimaatilaahit taammati min syarri maa kholaq setiap pagi. Namun pada suatu hari ulama tersebut disengat oleh kalajengking. Kemudian ulama tersebut teringat bahwa beliau luput dari membaca doa tersebut.

Berlindung Kepada Allah dari Kejahatan Malam

Kenapa kita harus berlindung dari kejahatan malam? Karena pada permulaan malam (waktu maghrib) merupakan waktu dimana syaitan mulai berkeliaran untuk mengganggu manusia. Makanya orang tua kita dahulu suka menyuruh kita untuk masuk ke rumah saat waktu maghrib.

Menurut ustadz Sulaiman, kata ghosiq juga dapat diartikan sebagai bulan purnama. Karena pada saat bulan purnama, air laut pasang begitu juga darah manusia (terutama yang memiliki penyakit darah tinggi). Untuk itu pada pertengahan bulan disunnahkan berpuasa selama tiga hari. Dan di tanggal ke-17 disunnahkan untuk dibekam.

Berlindung Kepada Allah dari Perempuan Tukang Sihir

Walaupun zaman sudah modern, kita tetap harus meyakini bahwa sihir itu ada. Kita tidak boleh menyepelakan atau pun menantang sihir. Siapapun dapat terkena sihir. Untuk itu kita wajib berlindung kepada Allah.

Berlindung Kepada Allah dari Sifat Hasad dan dari Orang yang Hasad

Sifat hasad dapat menjangkit siapa saja. Jangankan kita, orang awam, dahulu saja ada seorang ulama yang terjangkit sifat hasad setelah majelisnya menjadi sepi karena jamaah pindah ke majelis yang lain.

Kita juga wajib berlindung kepada Allah dari orang yang hasad. Karena pandangannya orang yang hasad dapat mencelakai kita. Berdasarkan maknanya, hasad adalah sifat yang menginginkan hilangnya nikmat pada orang lain dan berpindah kepada dirinya.

Itulah sedikit penjelasan tentang isi Surat An Naas dan Al Falaq yang pernah dijelaskan oleh Ustadz Sulaiman. Inti dari itu semua, kita adalah makhluk yang sangat lemah yang wajib memohon perlindungan kepada Allah. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan perlindungan kepada kita dari kejahatan makhluknya dan juga dari sifat hasad. Mohon maaf jika ada salah, semoga bermanfaat.

Leave a Reply