Keluarga Baru Ini Bernama Sintesa

Hujan yang deras membuat suasana begitu hening. Terbawa suasana hingga melamun, mengingat masa-masa paling indah dalam hidup, masa putih-abu. Disanalah saya menemukan keluarga baru. Hidup bersama orang-orang se-Jawa Barat yang baru dikenal. Dibawah bimbingan dua orang TNI dan seorang ustadz, rasanya hidup disana begitu teratur dan disiplin.

Cling… Sebuah nada notifikasi membuyarkan lamunanku. Saat ku buka ternyata sebuah info tentang pesantren bisnis online. Awalnya saya biarkan saja, dibacapun tidak sampai selesai. Namun penasaran juga. Akhirnya saya baca hingga selesai dan mulai tertarik. Maka saya putuskan untuk daftar.

Proses Pendaftaran

Sempat andilau (antara dilema dan galau) saat mencoba daftar. Karena sebelumnya sudah diajak bekerja di Semarang. Dengan segala kegalauan akhirnya saya daftar. Beberapa hari saya cek email namun belum ada balasan.

‘Ah mungkin ditolak’ sempat saya berpikir begitu. Setelah beberapa hari kemudian, saat tak sengaja cek email, ternyata ada pesan bahwa saya lolos ke tahap berikutnya. Ku kirim persyaratan-persyaratan yang diminta. Setelah hampir satu minggu, ada balasan lagi bahwa saya lolos ke tahap terakhir dan akan dinilai langsung di tempat.

Perjalanan Menuju Yogyakarta

Biasanya saat pergi jauh menggunakan jasa angkutan kereta api. Namun saat daftar, ternyata sudah habis. Yang ada tinggal kereta api kelas eksekutif. Maka saya putuskan untuk naik bis.

Selasa pertama di bulan Februari, hujan tak kunjung reda sejak pagi buta. Udara begitu dingin, sehingga begitu malas untuk keluar rumah. Namun tekadku sudah bulat. Dengan niat karena Allah untuk memperbaiki diri dan belajar bisnis online saya pamit ke orang tua untuk pergi ke Yogyakarta. Dan ternyata hujan sudah reda. Naik bis pukul 11.30 siang. Perjalanan belum sampai satu jam, bis berhenti. Pintu bis tak bisa ditutup. Sehingga harus ganti bis. Nunggu sekitar 30 menit, akhirnya bis datang. Namun dalam perjalanan rasanya ada yang aneh. Dan ternyata benar, bis ini pun tak sehat. Rem blong sehingga bis tidak bisa lari kencang. Banyak keluhan dari penumpang, akhirnya ganti bis lagi. Nunggu di sebuah SPBU sekitar satu jam. Bis baru pun datang. Dan akhirnya tiba juga di Terminal Giwangan Yogyakarta pukul 2 dini hari.

Menunggu Bus Pengganti

Fotografer: Suherlin

 

Pesantren SINTESA

Pukul 2 dini hari sampai di terminal Giwangan. Dengan naik taksi ku menuju pesantren SINTESA. Ternyata pak supir tidak tahu. Kuberikan alamatnya. Namun beliau tetap tidak tahu. Mau bertanya tapi tidak ada orang karena masih pukul 2 dini hari. Hingga sampai di sebuah rumah sakit Rajawali Citra, ada sebuah angkringan, akhirnya pak supir bertanya. Diantarlah kami ke alamat yang dituju.

Kesan Pertama

Sempat ragu saat pertama kali melihat tempatnya. Namun dalam hati ku berkata “jangan pernah menilai apapun dari luarnya”. Sempat tidur satu setengah jam, saya pun dibangunkan untuk sahur. Ikut sahur (makan) pertama di sini, ternyata asyik juga. Makan bareng di sebuah nampan, walaupun sedikit namun terasa begitu nikmat.

Adzan subuh berkumandang, ternyata semuanya sudah siap untuk berangkat ke masjid tanpa terkecuali. ‘Ah ini memang yang saya cari’ hatiku berbisik.

Proses Perkenalan

Orang-orang yang terpilih di sini memang benar-benar keren. Saya sempat minder. Karena mereka semuanya punya bisnis. Da aku mah apa atuh, hanya modal nekat  dan niat untuk belajar dan memperbaiki diri, namun Allah mengijinkanku untuk ikut belajar di sini.

Ada seorang guru super keren. Beliau masih muda namun ilmunya luar biasa. Sering kepoin akun twitternya namun belum pernah sekalipun bertemu dengannya. Ah siapa yang tak kenal dengan Ibrahim Vatih? Sungguh beruntung bisa belajar langsung kepada beliau.

Materi Pertama di Sintesa

SINTESA

 

 Proses Belajar di SINTESA

Pelajaran pertama yang diberikan ‘mastah’ yaitu tentang “konten berkualitas”. Salah satunya harus ada heading 3 dan heading 4. Apakah itu heading? Bisa baca Tentang Heading.

*bersambung

Leave a Reply