Fakta Tentang Anjing (part I)

Rasanya semua orang pasti mengenal dengan binatang yang satu ini. Karena dimanapun (terlebih di pegunungan atau di perumahan) kita akan menemuinya. Tidak jarang pula kita dikagetkan oleh gonggongannya. Ya binatang itu adalah anjing.

Anjing merupakan hewan sosial, namun tingkah laku dan kepribadian anjing berbeda-beda pada tiap – tiap ras. Selain itu, perlakuan terhadap anjing dari orang-orang di sekitarnya juga dapat membentuk tingkah laku dan kepribadian anjing. Kekerasan yang diterima anjing dari pemiliknya atau secara sengaja membuat anjing kelaparan membuat anjing berbahaya dan cepat marah. Tidak sedikit pemilik anjing gagal dalam mendidik anjing tersebut sehingga menyebabkan tingkah lakunya menjadi abnormal. Apabila kurang perhatian dan kurang pendidikan dari pemiliknya, anjing akan menggigit dan menyerang sembarang orang atau binatang-binatang lain. Sehingga banyak orang takut terhadap anjing atau bahkan fobia terhadap anjing.

Anjing Menurut Ilmuwan

Sudah banyak penelitian mengenai anjing. Mulai dari tingkah laku anjing, kesehatan, penyakit dan sebagainya yang berhubungan dengan anjing.

Anatomi Anjing

1. Penglihatan Anjing

Secara umum persepsi kedalaman lebih rendah daripada manusia. Anjing dapat melihat warna dikromatik dan benda diam. Namun anjing sangan sensitif terhadap sebuah gerakan. Sel batang yang dimiliki anjing sangat banyak, hal ini membantu anjing untuk penglihatannya di malam hari. Tapetum lucidum. Penglihatan binokular anjing antara 75 – 140 derajat. Sedangkan penglihatan monolularnya antara 250 – 270 derajat. Akan tetapi itu tidak mutlak, karena bergantung terhadap ras, bentuk kepala dan posisi bola mata.

2. Penciuman Anjing

Penciuman merupakan indera utama pada anjing. Di penciuman anjing terdapat 220 juta sel. Sedangkan manusia hanya memiliki 5 juta sel saja. Memiliki VNO berbentuk pipa terbuka. Dengan sel sabnyak itu, bau yang komplek pun dapat dibedakan oleh anjing. Bisa juga membedakan bau spesifik jika dilatih. Misalnya untuk bau narkoba, bom atau lainnya. Namun tetap saja itu tergantung oleh suhu, kelembaban dan usia anjing.

3. Pendengaran Anjing

Anjing mampu mendengar suara berfrekuensi tinggi. Menurut penelitian anjing dapat mendengar hingga frekuensi 40 KHz, bahkan diduga mampu mendengar hingga 100 KHz. Mamalia kecil suaranya dapat terdengar oleh anjing. Pendengar yang tajam seperti itu digunakan anjing untuk mencari mangganya. Namun belum ada bukti mereka berkomunikasi dengan ultrasound atau suara frekuensi tinggi.

Organisasi Sosial dan Hierarki

Anjing termasuk hewan sosial. Sebelum domestikasi, pada saat berburu, anjing membentuk kelompok. Anjing memiliki pemimpin, namun tidak terlalu mendominasi. Kelompoknya terdiri dari anggota keluarganya. Dominasi/kepemimpinan ditunjukkan sejak kecil, 3 – 4 minggu, dimulai dari permainan dan perkelahian. Pada kelompok heterogen, hierartki sosial ditentukan oleh suara dan postur terutama anjing jantan. Pada anjing yang berbeda-beda dengan ukuran tubuh yang relatif sama, maka hierarki sosialnya ditentukan oleh temperamen.

Komunikasi Pada Anjing

Anjing dapat berkomunikasi melalui postur tubuh, vokalisasi, ekspresi wajah dan penanda. Postur yang berbeda dan ekspresi wajah menunjukkan perubahan dalam keadaan motivasi. Postur submission di anjing termasuk berjongkok, ekor bergoyang-goyang dan berguling.

Jika anjing terangsang mungkin menjadi agresif dan menempatkan telinga dan ekor kembali ke atas dan mulai menggeram, atau mungkin hanya menunjukkan perilaku bermain-main dan menjadi patuh.

Perilaku Menandai

Pada saat berjalan-jalan, anjing akan mengencingi hampir semua benda yang ditemuinya. Dilakukan untuk menandai/membangun wilayah teritorinya. Bisa juga untuk menandai kehadiran/eksistensinya. Urinasi pada betina bertujuan untuk menyebarkan feromon untuk mendatangkan pejantan. Menggaruk objek juga dalam rangka menandai dengan kelenjar yang ada di footpad. Ekor bergoyang-goyang adalah perilaku-konteks tertentu terhadap sinyal rangsangan atau stimulasi, seperti keramahan/ kepercayaan diri, kecemasan/ kegelisahan dan bahkan ancaman agresi.

Anjing Mengasuh Anak-anaknya

Perilaku Anjing Dalam Memelihara Anak

Perilaku Memelihara Anak

Pada saat melahirkan, induk akan menyobek kantung amnion dan menjilati serta memakan sisa kotoran. Induk menjilati daerah anogenital anak untuk merangsang urinasi dan defekasi. Anak anjing merupakan hewan altricial: lemah dan butuh pengasuhan. Dalam beberapa hari induk hanya meninggalkan sarang untuk defekasi dan makan. Anak akan diasuh bersama oleh betina dalam kelompoknya.