Cara Membuat Pupuk Organik yang Mudah & Berkualitas

Cara Membuat Pupuk Organik – Benarkah pupuk organik bisa dibuat sendiri? Tentu saja bisa, kalo kamu ingin membuatnya simak langsung saja Cara Membuat Pupuk Organik namun sebelum berlanjut ada baiknya mengenali terlebih dahulu seluk beluk pupuk tersebut. Tahukah kamu jika pupuk organik merupakan pupuk buatan yang seringkali dijadikan alternatif utama oleh para petani.

Dibanding pupuk kimia, sudah pasti harganya jauh lebih murah begitupun keunggulanya tak kalah diperhitungkan. Maka tak heran, bila banyak diantara petani mulai berpindah ke penggunaan pupuk organik yang diyakini tidak hanya mampu menggemburkan tanah saja melainkan juga mempercepat pertumbuhan tanamn serta memaksimlkan produktivitasnya.

Seiring dengan berkembangnya zaman, pupuk organik terbagi menjadi beberapa jenis antara lain pupuk humus, kompos, kandang dan pupuk hijau. Nah, kamu mulai penasaran? Kebetulan secara lengkap terdapat pembahasan dibawah ini, jadi simak dan ikuti terus tahapan – tahapanya supaya tidak salah ketika mempraktekkanya.

Cara Membuat Pupuk Organik

1. Persipan Bahan

Diantara bahan yang perlu kamu siapkan yakni kotoran ternak (sapi atau domba) sebanyak 2 ton atau bisa menyesuaikan, kemudian jerami (sudah diacak) sepanjang 5-10 cm, air 20 liter, EM4 5 sdm, arang sekam (sebaiknya sudah dibakar tapi tidak sampai menjadi abu), serbuk gergaji (bila tidak ada bisa diganti dengan dedaunan) dan gula pasir sekitar 5 sdm.

2. Penyediaan Alat

Alat – alat ini harus ada untuk proses pencampuran sekaligus pengadukan secara merata bahan – bahan material agar bisa dijadikan pupuk organik. Mulai dari karung goni, sekop, cangkul sert sarung tanah. Bila memungkinkan, perbantukanlah satu orang sehingga prosesnya lebih cepat selesai.

3. Cara Pembuatan

cara membuat pupuk organik secara manual
dila-beraksi.blogspot.com

Cara Membuat Pupuk Organik tidak terlalu sulit karena yang terpenting adalah prosesnya benar dan tepat dari awal sampai akhir. Pertama – tama, siapkan medianya di tempat terbuka namun tidak langsung terkena pancaran sinar matahari atau tidak gampang kena hujan. Lalu larutkan dahulu gula serta EM4 ke dalam air. Pada lapisan pertama, campurkan arang sekam dengan kotoran ternak kemudian aduk terus – menerus hingga rata. Selanjutnya, taburi decomposer tadi (campuran air, gula dan EM4) diastasnya dan aduk kembali secara perlahan.

Setelah beberapa saat, menuju lapisan kedua yaitu taburi dengan bahan serbuk gergaji,jerami, dedak dan bahan lainya, aduk lagi dan dilanjut penyiraman decomposernya. Ingat! Jangan sampai lupa untuk tetap sambil diaduk. Tutupi campuran tersebut menggunakan karung goni dan jerami. Biarkan selama seharian penuh (24 jam) dan tidak boleh terbuka.

Di hari berikutnya (hari kedua) adonan sebaiknya diaduk lagi supaya tercampur keseluruhan. Dilanjutkan melakukan penutupan secara rapat dan diamkan dihari ketiga atau keempat. Disisi lain, kamu juga harus memonitoring tiap pagi dan sore hari.

Caranya, pakai sarung tangan yang sudah disiapkan tadi lalu masukkan tangan ke area adonan. Jika terasa hangat atau panas maka pupuk tersebut belum siap digunakan dan silahkan tunggu keesokan hari. Jangan lupa sesaat setelah monitoring, aduklah campuran bahanya.

Diperkirakan hari keempat adonan telah siap, bercirikan tidak terasa panas ketika tangan kamu dimasukkan ke tengah adonan. Silahkan gunakan pupuk organik ini untuk pemupukan tanaman yang tertanam di pekarangan rumah atau areal persawahan tapi ingat seperlunya saja dan jangan berlebihan.

Demikianlah tutorial sederhana tentang Cara Membuat Pupuk Organik. Semoga dapat kamu pelajari sewaktu – waktu jika membutuhkanya. Terima kasih atas kunjunganya.

Leave a Comment