Budidaya Jahe Merah dengan Modal Kecil Namun Untung Banyak

Bagi kamu yang tak punya lahan cukup luas, tak perlu khawatir soal bagaimana Budidaya Jahe Merah dengan memanfaatkan lahan kecil di lingkungan rumah. Namun sebelumnya kenapa harus memilih jahe merah? Pada dasarnya, jenis rempah – rempah ini sama halnya dengan khasiat jahe lainya.

Tetapi secara spesifik kamu perlu tahu jika kualitasnya lebih bermutu. Bahkan harganya bisa selangit mengingat banyak sekali industri maupun pabrikan mengolahnya sebagai obat tradisional berdaya saing tinggi.

Jadi, mulai sekarang kamu tak harus membeli jahe merah di pasar – pasar swalayan atau mini market karena dapat membudidayakanya lewat penanaman sederhana. Untuk lebih lengkapnya, segera simak pembahasan dibawah ini. Selamat membaca.

Budidaya Jahe Merah

1. Pemilihan Bibit

bibit jahe merah perlu dipilih yang terbaik

youtube.com

Pada mulanya, pemilihan bibit jahe merah bisa kamu ambil dari tanaman jahe. Syarat mutlkanya, ambil bibit dengan usia tua serta ukuranya agak besar (jangan sampai lecet). Biasanya, warna merah cerah merupakan bibit yang bagus.

Jika memang tidak ada jahe merah di area sekitar rumahmu maka kamu dapat memperolehnya dari toko – toko pertanian atau penyedia bibit tanaman. Pastikan dahulu bahwa keadaaa bibit benar – benar segar. Kemudian bibit tersebut dijemur selama 1 hari lalu celupkan ke dalam cairan fungisida (perangsan pertumbuhan) kira – kira 2 menit.

Baru setelah itu dikeringkan kembali. Sebelumnya, kamu harus menyediakan media dari abu pembakaran kulit padi (sekam atau bekas gergajian. Proses persemaian ini langkahnya adalah sediakan bekas gergaji secukupnya lalu timbun diatasnya menggunakan tanah bercampur kompos atau pasir halus.

Selanjutnya, tanam bibit jahe merah sembari menutupnya dengan plastik agar tidak terlindungi baik dari hujan maupun sinar matahari secara langsung. Tapi jangan lupa untuk mengasih jarak antara tanah dengan penutup plastic. Persemaian umumnya butuh waktu 3-5 minggu sampai muncul tunas berukuran 3-5 mata tunas.

2. Media Penanaman

polibag merupakan media tanam budidaya jahe merah yang tepat

budidayajahemerah.wordpress.com

Media tanam yang pas sebaiknya memakai campuran pupuk kandang, sekam, tanah berhumus, NPK 1% serta pasir halus. Aduk kesemua bahan supaya tercampur rata dan biarkan selama 2-3 pekan sambil menunggu mikroba di dalamnya mamp tumbuh optimal.

Di sisi lain, kamu bisa menyiapkan polybag ukuran 50×50 cm dan juga bendengan setinggi 1 meter (menyesuaikan saja). Kemudian, kamu dapat memasukkan media tanam ke masing – masing polybag (jangan terlalu penuh). Barulah bibit yang sudah siap dipindahkan ke area polybag dan pasang bendengan diatasnya untuk tujuan mengurangi pencahayaan berlebiahn terhadap tanaman jahe merah.

3. Perawatan Dan Pemeliharaan

Budidaya Jahe Merah tentuny butuh yang namanya perawatan. Seperti pada tanaman lain, kamu setidaknya menyiramnya setiap 2 minggu sekali untuk mencegah kekeringan. Selain itu, jangan lupa membersihkan tanaman parasi maupun gulma bila muncul disekitar media tanamnya.

Jika suatu saat terlihat adanya infeksi atau penyakit segera lakukan penyemprotan insektisida atau fungisisa demi mencegah penularan kepada tanaman jamur merah lainya. Namun bila ingin mengantisipasinya, boleh – boleh saja melakukan penyemprotan secara rutin yakni cukup 1 bulan sekali.

5. Pemanenan

budidaya jahe merah cukup mudah bagi pemula

pohonrindang.com

Setelah memasuki usia 8-10 bulan, bisa dibilang tanaman jahe merah akan siap dipanen. Tapi tergantung juga dengna kondisi lingkungan serta beberapa faktor yang mempengaruhinya. Jika ingin mempertahankan kualitas jahe, sebaiknya jangan memotongnya memakai pisau namun potek dengan tangan atau goyahkan saja pohonnya maka secara otomatis jahe merah akan rontok satu persatu.

Demikianlah langkah singkat Budidaya Jahe Merah secara sederhana yang bisa kamu lakukan di pekarangan rumah. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Add Comment