Waspada Antraks Pada Hewan Kurban

Tinggal mengitung hari menuju Idul Adha. Bagi umat muslim yang mampu, Idul Adha adalah waktu yang sangat tepat untuk menambah pahala. Selain memenuhi rukun islam yang terakhir, yakni menunaikan ibadah haji, umat muslim juga diperintahkan sebagaimana tertulis dalam surat Al-Kautsar ayat 1-2 untuk menyembelih hewan kurban. Indonesia merupakan negara yang memiliki penduduk mayoritas beragama islam. Sehingga saat Idul Adha ramai sekali warga yang menyembelih hewan kurban. Namun, tahukah kamu Indonesia merupakan negara yang belum bebas dari penyakit antraks, bahkan di beberapa tempat di Indonesia merupakan daerah endemik antraks. Dalam tulisan ini akan dipaparkan tentang antraks dan cara penanganannya.

Apa Itu Antraks

publicbroadcasting.net

publicbroadcasting.net

Antraks merupakan salah satu penyakit hewan menular strategis di Indonesia (Kepmentan No. 4026/Kpts./OT.140/3/2013). Penyakit hewan menular strategis sendiri adalah penyakit hewan yang dapat menimbulkan angka kematian dan/atau angka kesakitan yang tinggi pada hewan, dampak kerugian ekonomi, keresahan masyarakat, dan/atau bersifat zoonotik (UU RI No 41 Tahun 2014). antraks disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis, sering menyerang hewan domestik (sapi, kambing, domba, kuda, babi, dan burung unta) dan manusia. Bakteri ini mampu membentuk endospora yang tahan hingga puluhan tahun di dalam tanah sehingga menjadi sumber infeksi (daerah endemis) yang berakibat sulitnya pemusnahan penyakit ini di Indonesia. Penularan penyakit ini dari hewan ke manusia terjadi karena kontak langsung dengan hewan atau kontak dengan produk hewan. Penyakit ini dapat menimbulkan kematian bagi penderita.

Hewan yang terinfeksi antraks biasanya mengeluarkan darah dari semua lubang kumlah. Jika menemukan hewan yang menunjukkan gejala demikian, sebaiknya tidak dipotong dan segera dipisahkan dengan hewan lainnya. Hewan yang menunjukkan gejala demam pun disarankan untuk tidak dipotong. Jika ditemukan hewan yang mati secara tiba-tiba dan mengeluarkan darah dari lubang kumlahnya, maka hewan tersebut sebaiknya dikuburkan sedalam 2 meter serta diberi kapur. Bakteri akan mati dalam tubuh hewan mati yang tidak disembelih (tubuh terdekomposisi). Tempat hewan tersebut dikuburkan sebaiknya tidak ditanami tumbuhan atau dijadikan tempat tinggal. Untuk mengetahui hewan terinfeksi antraks atau tidak pada hewan yang sudah disembelih, dapat diamati pada organ limpa dari hewan tersebut. Limpa normal akan menunjukkan ujung yang runcing, sedangkan limpa hewan yang terinfeksi antraks akan terlihat membesar.

Jenis Antraks

Ada tiga bentuk antraks pada manusia (bentuk kulit, bentuk pernafasan atau paru, dan bentuk pencernaan atau gastrointestinal). Paling sering ditemukan adalah yang bentuk kulit, disebabkan karena kontak dengan hewan terinfeksi. Gejalanya: gatal dan membentuk benjolan seperti bisul berwarna kehitaman (sunda: cenang hideung). antraks bentuk pencernaan diakibatkan karena mengkonsumsi daging hewan terinfeksi. Gejala klinisnya muntah dan feses berdarah. antraks bentuk pernafasan diakibatkan dari spora yang terhirup. Gejala klinisnya diawali dengan gangguan saluran pernafasan atas yang sedang, 3-5 hari kemudian menjadi akut disertai demam, shock, dan berujung kematian.

Pencegahan Antraks

solorayacyber.com

solorayacyber.com

Vaksin merupakan pencegahan yang baik untuk mencegah infeksi antraks. Disinfeksi bulu dan wol juga merupakan langkah yang baik dalam pencegahan antraks. Jika ada hewan yang diduga terinfeksi antraks segeralah hubungi dokter hewan setempat. Begitupun jika ada warga yang diduga terinfeksi antraks segera hubungi petugas kesehatan yang berwenang.

Baca juga Cara Ternak Kambing

Add Comment