Anjing Bau Bawang Putih

Fobia (gangguan anxietas fobik) merupakan rasa takut terhadap sesuatu atau fenomena secara berlebihan. Fobia dapat menghambat kehidupan para pengidapnya. Perasaan takut seorang pengidap fobia sangat sulit dimengerti. Tak jarang pengidap fobia sering dibully oleh teman sekitarnya. Antara pengamat fobia dengan pengidap fobia memiliki ‘bahasa’ yang berbeda. Pengamat fobia hanya menggunakan bahasa logika sementara pengidap fobia menggunakan bahasa rasa. Dirasa lucu bagi pengamat jika seseorang berbadan besar, ketakutan ketika melihat hewan kecil (misal: kecoak atau tikus). Namun dalam bayangan mental seorang pengidap fobia, hewan kecil tersebut menjadi hewan yang sangat besar, sangat menjijikkan ataupun menakutkan.

Setiap orang normalnya memiliki kemampuan untuk mengendalikan rasa takutnya. Namun bila seseorang terpapar subjek fobia secara terus menerus, hal tersebut menyebabkan terjadinya fiksasi. Fiksasi merupakan keadaan dimana mental seseorang atau pengidap fobia menjadi terkunci, ini disebabkan oleh ketidakmampuan orang tersebut dalam mengendalikan rasa takutnya. Fiksasi dapat disebabkan pula oleh sebuah keadaan yang sangat ekstrem misalkan terjebak lift, trauma bom, dan sebagainya.

Fobia Anjing

Sejak kecil, anjing adalah hewan yang paling aku takuti. Bahkan anjing pudel yang lucu pun, aku merasa jijik dan takut. Memang sejak kecil sering ditakut-takuti tentang anjing. Dan juga pernah mengalami peristiwa yang membuatku menjadi lebih takut terhadap anjing.

Pada suatu ketika di Jakarta. Waktu itu aku berusia lima tahun. Aku dan kakakku waktu itu sedang liburan di rumah tante. Selesai sholat Subuh, aku dan kakakku diajak anaknya tante lari pagi. Ternyata anaknya tanteku sudah janjian dengan teman-temannya yang lain. Sehingga sangat seru lari pagi kali ini, banyak teman. Namun aku jadi anak paling kecil di antara yang ikut lari pagi.

Di suatu komplek perumahan, anaknya tanteku memberitahukan kepada kakakku bahwa di sana banyak anjing yang tidak diikat. Jadi harus berhati-hati. Ternyata benar saja, setelah masuk ke perumahan tersebut, suara gonggongan anjing mulai terdengar. Awalnya biasa saja karena anjing-anjing tersebut berada di dalam rumah yang pagarnya tertutup rapat. Namun ketika sudah mencapai sebuah belokan di perumahan tersebut ada anjing pudel yang tidak terikat. Anjing tersebut mengejar kami semua. Aku benar-benar sangat ketakutan. Sehingga lari sekuat tenaga tanpa memperdulikan ke arah mana aku berlari.

Aku tersadar, ternyata aku lari ke arah yang berbeda dengan yang lainnya. Aku kebingungan. Seketika aku dikagetkan oleh suara gonggongan anjing yang memekakkan telinga. Tak ku sangka, ternyata ada beberapa anjing herder di belakangku. Aku masuk ke halaman dimana banyak kandang anjing di sana. Aku berteriak sekencang-kencangnya. Kemudian ada seseorang keluar dari rumahnya. Beliau memerintahkan anjinganjing tersebut untuk masuk ke kandang. Anjing-anjing itu pun menuruti perintah tersebut.

Setelah orang tersebut masuk kembali ke rumahnya, aku bingung mau keluar lewat mana. Karena kalau melewati jalan yang tadi, anjing pudel yang mengerku tadi masih ada di sana. Kemudian beberapa menit kemudian kakakku muncul di sebuah gang sempit. Aku dan kakakku kemudian meninggalkan tempat tersebut melewati gang sempit itu. Semenjak itulah aku sangat takut ketika melihat anjing, terlebih jika anjing tersebut menggonggong.

Foto Bawang Putih Terkelupas Kulitnya

Bawang Putih Sangat Baik Bagi Kesehatan

 

Fobia Bawang Putih

Siapa yang tidak tahu bawang putih? Pastinya semuanya tahu apa itu bawang putih. Terutama bagi mereka yang suka memasak. Bawang putih biasa digunakan sebagai bumbu hampir di setiap masakan Indonesia. Selain itu juga, bawang putih bisa dijadikan obat.

Sejak usiaku masih balita, aku sangat tidak suka bawang putih. Jangankan memakannya, mencium baunya saja, rasanya aku ingin muntah. Sedangkan orang tuaku sangat menyukainya. Sehingga hampir disetiap masakan ibu ada bawang putihnya. Dan jika bawang putih terlihat atau tak sengaja aku memakannya, seketika aku akan menghentikan makanku. Hilang semua seleraku. Yang ada hanyalah rasa mual di perut.

Hingga SMP, aku masih belum menyukai bawang putih. Namun ketika masuk SMA, aku mulai belajar menerima baunya. Sering aku pergi ke dapur untuk mencium bawang putih. Awalnya memang terasa enek, namun setelah beberapa lama, aku mulai terbiasa dengan baunya. Tapi tetap saja aku belum bisa memakannya.

Setelah lulus dari SMA, aku tidak menyerah untuk menyukai bawang putih. Aku sering memaksa diriku sendiri untuk menelan bawang putih yang ada di masakan yang aku makan. Perutku rasanya mual sekali. Setelah sering mencoba, akhirnya mulai terbiasa juga. Namun secara tidak sadar, aku selalu memisahkan bawang putih tersebut ketika makan. Padahal saat ini aku sudah biasa saja saat memakannya. Mungkin ke depannya aku akan belajar memakan bawang putih mentah-mentah. Semoga bisa berhasil. Semangat saya(ang).