kita perlu memperhatikan adab membaca Al Quran

10 Adab Membaca Al Quran yang Perlu Kamu Perhatikan

Sebagai kitab suci, Al Quran memiliki adab tersendiri bagi orang yang membacanya. Adab tersebut telah diatur dengan baik demi menjaga keagungan dan juga penghormatan terhadap Al Quran. Setiap orang yang akan atau tengah membaca Al Quran haruslah memperhatikan adab-adab tersebut. Di antara adab-adab yang dimaksud ialah:

1. Dalam Keadaan Berwudhu

pastikan saat membaca Al Quran dalam keadaan berwudhu
ilmu-mania.blogspot.com

Sangat lah baik sebelum membaca Al Quran kita dalam keadaan berwudhu atau diawali berwudhu terlebih Dahulu, karena kita hendak membaca kitab suci yang agung. Tatkala membaca, mulut pun hendaknya dalam keadaan bersih atau tidak berisi makanan. Lebih baik lagi jika kita menggosok gigi terlebih dahulu.

Namun demikian tidak terlarang hukumnya membaca Al Quran dalam keadaan berhadas kecil atau tidak dalam keadaan berwudhu. Imam al-Haramain mengatakan bahwa orang yang membaca Al Quran dalam keadaan berhadas kecil, tidak dikatakan melakukan perbuatan makhruh tetapi ia hanya meninggalkan sebuah keutamaan.

Adapun yang di haramkan membaca Al Quran sedikit atau banyak adalah orang yang berhadas besar, seperti dalam keadaan junub atau haid. Walaupun demikian menurut imam an-Nawawi, melafalkan dengan lidahnya. Boleh juga bagi yang berhadas besar tersebut melihat mushaf dan membacanya dengan hati tanpa menggereakan lidah.

2. Menghadap ke Kiblat

kita perlu memperhatikan adab membaca Al Quran
santrenquran.com

Disunahkan Al Quran di luar shalat dengan menghadap kiblat karena sebaik-baiknya tempat beribadah adalah menghadap kiblat. Seiring dengan itu pembaca Al Quran hendaknya duduk dengan tenang, penuh kekhusyuan, dan menundukan kepala pertanda khidmat. Inilah sikap yang paling mulia dan sempurna. Namun demikian, membaca Al Quran sambil berdiri, tiduran atau berbaring, tetap dibolehkan dan berpahala. Allah ‘Azza wa jalla berfirman:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘’Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka perihalah kami dari siksa neraka. (Q.S. 3 Ali ‘Imran: 190-191)

3. Membaca dengan Tartil

Al Quran harus dibaca dengan tartil sebagaimana diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Surah Al Muzammil ayat 4.

… Dan bacalah Al Quran dengan tartil. (Q.S. Al Muzammil: 4)

Ilmu Tajwid merupakan washilah (perantara) bagi seseorang agar dapat membaca Al Quran dengan tartil.

4. Membaca Qur’an di Tempat Suci atau Bebas dari Najis

adab membaca Al Quran lainnya yaitu membaca di tempat suci
statradar.net

Disunahkan membaca Al Quran di tempat yang suci dan bersih. Dengan kata lain, janganlah membaca Al Quran di tempat yang najis, kotor, atau hina. Asy Sya’bi berkata, “Adalah makruh membaca Al Quran di tiga tempat: kamar mandi, tempat buang air besar atau kecil, dan tempat penggilingan yang sedang berputar.”

Sedangkan menurut Abu maisarah, “tidaklah dikatakan mengingat Allah, kecuali ditempat yang baik.” Membaca Al Quran di jalanan tidak terlarang asalkan bacaan Al Qurannya tidak teganggu atau menjadi kacau. Jika terjadi gangguan atau kekacauan, sebaiknya tidak dilakukan sebagaimana Rasulullah saw. melarang orang yang mengantuk membaca Al Quran karena dikawatirkan melakukan kesalahan.

5. Mengawali dengan Membaca Isti’adzah dan Basmalah

Sebelum memulai bacaan, disunahkan membaca isti’adzah dan basmalah terlebih dahulu. Maksudnya adalah dalam rangka meminta hati dan pikiran tetap tenang saat membaca Al Quran. Niat dan amalan kita juga diluruskan semata-mata mengharap berkahNya. Perhatikan dalil-dalil berikut ini;

Apabila kamu membaca Al Quran,hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. (Q.S 16 an-nahl: 98)

Setiap urusan yang tidak dimulai dengan bismillah akan terputus (berkahnya). (H.R. Abu Dawud)

6. Dibaca dengan Penuh Perenungan

adab membaca Al Quran yaitu berusaha memahami isi kandungan Al Quran
ahmadfauziansori.com

Bagi orang yang mengerti arti dan maksud ayat-ayat Al Quran, disunnahkan membacanya dengan penuh perhatian dan perenungan akan maksud ayat tersebut. Cara membaca seperti inilah yang dikehendaki, yakni tatkala lidah bergerak membaca, hati turut memperhatikan serta memikirkan isi kandungan ayatnya. Allah Ta’ala berfirman:

Apakah mereka tidak memperhatikan (isi) Al Quran… (Q.S. An Nisa: 82)

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam sering menangis tatkala membaca Al Quran karena meresapi ayat yang tengan dibaca. Demikian pula dengan para sahabatnya r.a. banyak yang mencucurkan air mata ketika membaca ayat-ayat Allah yang menggambarkan nasib yang akan ditanggung oleh orang-orang yang berdosa.

7. Sunnah dengan Suara yang Merdu

membaca  Al Quran dengan merdu
youtube.com

Disunnahkan membaca Al Quran dengan suara yang merdu dan bagus sehingga menambah keindahan Al Quran. Rasulullah SAW. bersabda:

Hendaklah kalian menghiasi Al Quran dengan suara kalian (yang merdu). (H.R. Ahmad)

Membaca Al Quran dengan suara yang merdu tetap wajib memperhatikan berbagai aturan dan ketentuan dalam Ilmu Tajwid. Jika seseorang mempelajari seni membaca Al Quran dengan tujuan agar dapat menghias Al Quran lewat alunan suaranya yang merdu, maka Ilmu Tajwid menjadi syarat baginya sebelum ia mendalam seni tersebut.

Adalah naif bila seorang qari membaca Al Quran dengan suara yang merdu dan irama yang indah tetapi cara membacanya salah. Sehingga yang terjadi bukanlah menghias Al Quran melainkan merusak Al Quran.

8. Hindari Membaca Al Quran dengan Cara Dinyanyikan

Tergolong sebagai perbuatan bid’ah membaca Al Quran dengan dinyanyikan dalam bentuk tar’id (suara pembaca menggelegar seperti halilintar atau memekik seperti orang kesakitan), tarqish (seperti orang bernyanyi sambil menari), dan tardid (membaca Al Quran yang diikuti jemaah pada setiap akhir bacaan dengan cara yang tidak tepat karena tidak mengindahkan bagian waqaf dan ibtida-nya).

9. Tidak Memutus Bacaan Kecuali pada Waqaf

adab membaca Al Quran yang perlu diperhatikan
alibrahgresik.or.id

Jangan lah memutuskan bacaan Al Quran sembarangan hanya karena hendak berbicara dengan orang lain atau memenuhi hajat yang tidak mendesak. Tetapi hentikan lah bacaan sampai batas ayat/ lafazh Al Quran yang sempurna dan tidak tergolong sebagai Waqaf Qabih.

10. Berhenti Ketika Ada Keperluan

Apabila ketika membaca Al Quran, perut terasa ingin membuang angin atau mulut terasa hendak menguap, maka hentikanlah bacaan Al Quran sejenak untuk menyelesaikan hajat tersebut. Jika telah sempurna, barulah bacaan Al Quran dilanjutkan kembali (ibtida’) dari tempat yang cocok dan baik. Inilah adab yang bagus

Demikian beberapa hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan adab membaca Al Quran. Sebenarnya masih banyak adab-adab lainnya yang tidak dibahas di sini. Kajian lengkap mengenai adab-adab membaca Al Quran dapat dilihat langsung pada kitab At-Tibyan fi Adab Hamalatil Quran karya Imam an-Nawawi rahimahullah.

Akhirnya, semoga Allah Yang Maha Penyayang senantiasa menjaga hati dan lisan kita dari kesalahan membaca ayat-ayatNya yang Agung. Menaungi hidup kita dengan petunjukNya yang lurus. Serta memasukan kita kedalam golongan hamba-hambaNya yang ikhlas dan selalu berkhidmat kepada Al Quran. Amin Ya Mujibas Sailin.

Leave a Comment