5 Masjid Megah Ini Berkubah Emas

Masjid merupakan tempat suci untuk beribadah umat Islam. Di Indonesia sangat mudah sekali menemukan masjid, karena di tiap desa ada satu masjid. Pembangunan masjid ada yang dari dana pemerintah ada pula masjid jami’ yang pembiayaannya dari masyarakat sekitar.

Saat ini banyak sekali masjid megah yang dibangun. Rasanya di tiap kota atau kabupaten ada satu masjid yang besar dan megah. Sehingga masjid menjadi ikon suatu wilayah, kota atau bahkan negara. Biasanya masjid memiliki taman atau alun-alun, sehingga selalu ramai apalagi di akhir pekan atau hari libur.

Namun, walaupun besar dan megah, jarang sekali ditemui masjid yang berkubah emas. Di dunia hanya ada beberapa saja masjid yang berkubah emas, salah satunya ada di Indonesia. Berikut ini masjid-masjid yang memiliki kubah emas:

1. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin (Brunei Darussalam)

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin

www.idesignarch.com

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin merupakan masjid kerajaan Brunei yang terletak di ibu kota Brunei Darussalam yaitu kota Bandar Seri Begawan. Se-Asia Pasifik, masjid inilah yang paling mengagumkan. Sehingga menjadi daya tarik wisata utama di negeri ini.

Pembangunan masjid ini dimaksudkan untuk memperingati Nuzulul Qur’an yang ke 1400. Selesai di tahun 1967 dan langsung dijadikan tempat Musabaqah Tilawatil Quran.

Ciri khas dari Masjid ini adalah kubahnya yang mengagumkan karena dilapisi emas murni. Menjulang setinggi 52 meter, masjid ini dapat dilihat dari berbagai sudut kota. Bagian tertinggi dari masjid yaitu menaranya. Terdapat lift di dalam menara masjid untuk pengunjung yang ingin ke puncak menara sehingga bisa menikmati panorama kota Bandar Seri Begawan. Secara unik, masjid ini memadukan nuansa yang bernilai Islami dengan unsur Renaissans arsitektur Italia.

2. Jame’Asr Hassanil Bolkiah Mosque (Brunei Darussalam)

Jame'Asr Hassanil Bolkiah Mosque

whywasteannualleave.wordpress.com

Masjid yang berkapasitas lebih dari 5000 orang ini merupakan hasil dari wakaf Sultan Brunei yang ke-29, Sultan Hasanal Bolkiah. Masjid ini terletak di kompleks Istana Bolkiah, 4km dari kota Bandar Seri Begawan. Pembangun masjid ini dimulai pada tahun 1988 atau bertepatan dengan peringatan 25 tahun Sultan Hanasal Bolkiah berkuasa.

Masjid Jame’ Asr ini memiliki 29 kubah dari emas 24 karat, 4 menara yang tingginya 189 kaki dan di setiap menara teradapat 297 anak tangga. Sehingga ketika berada di puncak menara, kita dapat melihat pemandangan kota Bandar Seri Begawan.

3. Masjid Dian Al Mahri (Indonesia)

Kubah Mas

www.panoramio.com

Masjid Dian Al Mahri yang terletak di kota Depok, lebih dikenal dengan sebutan Masjid Kubah Emas. Penyebutan ini bukan tanpa alasan. Ada 5 kubah, 1 kubah utama dan 4 kubah yang lebih kecil, dilapisi emas setebal 2-3 milimeter dan mozaik kristal. Bentuk kubah utama masjid Dian Al Mahri menyerupai kubah Taj Mahal.

Terdapat sebuah lampu gantung di dalam masjid seberat 8 ton yang didatangkan langsung dari Italia. Selain itu, di atas mihrab terdapat relief hiasan yang terbuat dari emas 18 karat. Hiasan kaligrafi di langit-langit masjid dan pagar di lantai dua juga terbuat dari emas. Sedangkan 168 buah mahkota pilar masjid berlapis bahan prado.

4. Masjid Suneri (Pakistan)

Masjid Sunehri

visitpak.com

Masjid Sunheri terletak di pusat kota Lahore, Punjab, Pakistan. Arsitek masjid itu Nawab Syed Bhikari Khan, anak dari Raushan-ud-Daulah Turrabaz Khan, wakil gubernur Lahore pada masa pemerintahan Muhammad Shah.

Masjid yang dibangun pada tahun 1753 ini memiliki tiga kubah emas. Jarak bangunan masjid dari pintu gerbang sekitar 21,3 meter dan sebuah halaman yang luasnya 161,5 x 160,6 meter. Usianya masjid ini sekitar 300 tahun, namun masih terlihat indah dan megah.

5. Masjid Sultan (Singapura)

Masjid Sultan

www.alamiitusehat.com

Masjid Sultan merupakan masjid pertama yang dibangun di Singapura. Masjid ini terletak di Kampung Glam. Masjid bersejarah ini selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan asing.

Struktur awal masjid ini dibangun oleh masyarakat Jawa pada tahun 1826. . Bangunan masjid tersebut menjadi permukiman awal masyarakat Indonesia yang menjadi pedagang di sana.

Pada 1920-an dibangun kembali hingga seperti sekarang. Kini masjid Sultan telah direnovasi dan ditetapkan menjadi objek pariwisata Singapura. Jalan-jalan yang berdekatan dengan masjid seperti Baghdad Street, Kandahar Street, Arab Street dan Bussorah Street masih diabadikan seperti aslinya.