5 Hal yang Bisa Dilakukan Ketika Tidak Mudik

Mudik lebaran sudah menjadi tradisi yang melekat bagi masyarakat Indonesia. Dan setiap menjelang Ramadhan mulai banyak yang berburu tiket untuk mudik waktu libur Idul Fitri. Terlebih mereka yang kampung halamannya sangat jauh, berbeda propinsi atau bahkan harus menyebrang pulau.

Pastinya setiap orang merindukan keluarga di rumah. Terutama yang masih memiliki orang tua. Karena memang sebuah kewajiban kita semua untuk berbakti kepada orang tua. Namun, tidak semua orang bisa mudik. Banyak hal yang menyebabkan kita gagal mudik. Bisa saja kehabisan tiket atau ada kegiatan lain yang sangat mendesak sehingga tidak bisa ditinggalkan. Berikut ini mungkin bisa menjadi rujukan bagi kalian yang tidak mudik, yaitu:

Main Game

Menghilangkan Rasa Sedih dan Sepi dengan Bermain Game
Menghilangkan Rasa Sedih dan Sepi dengan Bermain Game

Tidak mudik saat Idul Fitri tentunya akan membuat kita merasa sedih. Apalagi jika kita tahu semua keluarga besar kumpul dan hanya kita saja yang tidak ikut berkumpul. Untuk menghilangkan rasa sedih dan sepi mungkin dapat dihilangkan dengan cara bermain game. Saat ini teknologi sudah sangat canggih, sehingga game sudah tersedia di berbagai gadget. Game pun sudah banyak variannya. Ada game yang bisa dimainkan sendiri (offline), ada juga game yang bisa dimainkan banyak orang walaupun dengan orang di tempat yang berbeda melalui sambungan internet (online).

Kerja Part Time

Pramusaji Kerja Part Time Sedang Berfose
Pramusaji Kerja Part Time Sedang Berfose

Kerja part time mungkin bisa menjadi solusi ketika tidak mudik. Ini lebih baik dari pada bermain game. Terutama bagi mahasiswa, sehingga bisa menambah isi dompet. Rasanya tidak terlalu sulit mencari lowongan kerja part time di akhir Ramadhan. Karena biasanya di akhir Ramadhan pelanggan meningkat sehingga banyak membutuhkan karyawan lebih banyak.

Fokus Terhadap Hobi

Hobi Fotografi
Para Fotografer Pada Sebuah Event Fotografi

Setiap orang pastinya punya hobi, bukan? Entah itu fotografi, traveling, menulis atau yang lainnya. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), hobi adalah kegemaran; kesenangan istimewa pada waktu senggang, bukan pekerjaan utama. Jadi sangat tepat jika kita fokus terhadap hobi kita disaat libur dan tidak mudik ke kampung halaman.

Masuk Komunitas/Ikut Organisasi

Long March Gerakan Menutup Aurat
Gabungan Komunitas Islam Sedang Melakukan Long March dalam Mengkampanyekan Gerakan Menutup Aurat

Untuk orang-orang yang jiwa sosialnya tinggi, mungkin gabung dengan sebuah komunitas atau organisasi bisa menjadi pilihan utama. Dengan berkomunitas, kita dapat menyalurkan ide, bakat dan aspirasi, yang apabila dilakukan sendiri pastinya tidak asyik. Misalkan pada suatu komunitas islami Manjaddawajada, ada sahur on the road sambil bagi-bagi nasi bungkus kepada siapa saja yang ditemui di jalan untuk makan sahur. Ada pula majelis ilmu yang membuat kita semakin mengenal agama kita. Intinya dengan masuk komunitas kita banyak sekali mendapatkan manfaat, seperti:

  1. Mendapat teman yang banyak dari beragam latar belakang , beragam profesi dan beragam minat.
  2. Bisa sharing ilmu bermanfaat, bertukar pikiran dan saling melengkapi.
  3. Terciptanya inspirasi yang beragam dalam berkarya.
  4. Networking yang tak terbatas.
  5. Sarana untuk kampanye hal positif dan juga melakukan aksi nyata dalam kegiatan sosial secara bersama, misalnya, mengenalkan Islam itu agama yang damai, bakti sosial dan gerakan berbagi ilmu gratis buat yang membutuhkan.

Merenung Dalam Kesendirian

Merenungi Hidup
Merenungi Kehidupan yang Selama Ini Dijalani

Cobalah untuk merasakan nikmatnya kesendirian, menikmati ketika kosan sepi, mandi bisa tenang karena tidak ada teman kosan yang mengantri dan gedor-gedor pintu.

Kita mungkin terbiasa di rumah bersama keluarga besar saat Idul Fitri, tenggelam dalam suasana hari raya, sehinga tidak sempat memaknai Ramadhan dan Idul Fitri lebih dalam. Nah ketika kita sendiri, alangkah baiknya jika mencoba untuk lebih khusyuk beribadah dan merenungkan hidup kita selama ini dengan beritikaf di masjid.

Sesekali rayakan Idul Fitri bersama diri kita sendiri dalam kesepian. Di saat seperti itu, kita akan merasa lebih dekat dengan Sang Khalik. Kita akan lebih mensyukuri apa yang sudah kita miliki, salah satunya keluarga. Kita pun dapat merenungkan bagaimana seharusnya menjalani kehidupan di hari-hari yang akan datang.